Perkenalan Guru Bimbingan dan Konseling (BK)

Assalaamulaikum Wr Wb.

Apa kabar anak-anakku siswa kelas VIII ….

Salam kenal dari saya ……. bu Endah

Selamat datang di Tahun Ajaran 2020/2021,

Ibu mau perkenalan terlebih dahulu, mungkin dari kalian masih ada yang belum kenal dengan ibu. Perkenalkan nama ibu Endah Eko Sulistyorini, S. Pdpanggil saja dengan bu Endah.

Disini bu Endah mengampu mapel Bimbingan Konseling, yang akrap di sebut BK. Adapun kelas yang akan bu Endah ampu yaitu kelas VIII F sampai …… VIII K. 

Keadaan Saat ini masih mengkhawatirkan untuk berkumpul dan berangkat ke sekolah karena masih adanya pandemi virus Corona  (COVID19). Untuk itu, pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran jarak jauh, melalui daring maupun luring. Kita semua berharap semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa bertatap muka melaksanakan pembelajaran secara langsung.

Aplikasi pendukung agar pembelajaran kita dapat berjalan yaitu menggunakan Whatsapp (memberikan informasi), Zoom (tatap muka jarak jauh), website https://e-learningsmp1demak.com/ (membagikan materi dan presensi setiap kelas pada kolom komentar) dan Google Classroom (mengumpulkan tugas).

Tetap jaga kesehatan dan semangat belajar ya….

Sekian informasi yang dapat ibu sampaikan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Cara Belajar Efektif di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Cara Belajar Efektif di Rumah Selama Pandemi Covid-19

Halo, Quipperian! Gimana kabar kamu semua? Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap mematuhi peraturan Pemerintah untuk physical distancing, ya. Memang, sih, rasanya SFH alias school from home itu bosan banget. Tapi, ini semua demi kebaikan kamu dan orang lain, Quipperian. Enggak apa-apa ‘mengurung diri’ dulu di rumah selama beberapa bulan, daripada harus jatuh sakit dan malah masuk rumah sakit, kan?

Anyway, demi mendukung SFH kamu supaya berjalan lancar, Quipper Blog kali ini mau bagi-bagi tips mengenai cara belajar efektif di rumah, nih. Biasanya, sih, kalau enggak full konsentrasi, belajar di rumah pasti bikin ngantuk. Iya, kan?

Nah, biar kamu enggak gampang ngantuk atau enggak mudah ter-distract, berikut Quipper Blog bagikan cara-cara belajar efektif di rumah.

1. Tentukan Waktu

Cara belajar efektif di rumah yang pertama ialah kamu harus menentukan waktu atau buat schedule yang mirip seperti di sekolah. Tidak perlu sama persis, kok. Misalnya dengan menerapkan waktu belajar pukul 08.00 sampai pukul 13.00.

Lalu, selama 5 jam belajar itu, bagikan lagi berapa lama durasi belajar untuk mata pelajaran yang berbeda dan jangan lupa waktu istirahat. Contoh nih, Quipperian:

  • 08.00 – 09.00: Kimia
  • 09.00 – 09.30: Istirahat
  • 09.30 – 10.30: Bahasa Inggris
  • 10.30 – 12.00: Biologi
  • Dst.

Dengan menentukan waktu seperti ini, jadwal belajar kamu akan lebih terfokus dan kamu pun jadi enggak ketinggalan pelajaran.

2. Rapikan Meja Belajar

Setelah menentukan waktu, cara selanjutnya ialah dengan merapikan meja belajar. Gimana kamu mau rajin dan semangat kalau meja belajar kamu berantakan, Quipperian? Makanya, momen ini pun bisa sekaligus kamu gunakan untuk ajang bersih-bersih dan membuang benda-benda yang sudah tidak diperlukan.

Pastikan meja belajar kamu cukup luas dan lengang supaya kamu bisa belajar dan berkreasi dengan bebas. Sediakan juga tempat sampah di dekat meja belajar.

Terakhir, supaya ada sedikit penyejuk, kamu bisa meletakkan tanaman hias atau aquarium kecil.

3. Cari Tahu Cara Belajar yang Sesuai

Quipperian, cara belajar tiap orang itu berbeda-beda. Ada yang senang belajar sambil mendengarkan musing, ada yang butuh ketenangan, ada pula yang senang sambil ngemil.

Nah, mencari tahu cara belajar yang sesuai dengan kamu ini bisa menghindari kamu dari kantuk atau rasa malas yang menyerang. Dengan bersantai dan rileks, belajar pun bisa jadi lebih efektif, lho. 

Namun, pastikan cara belajar ini tetap bisa membuat kamu on track alias enggak terdistraksi, ya. Kalau kamu malah ingin belajarnya sambil nonton film, sih, itu enggak akan bikin belajar efektif, Quipperian!

4. Cari Media Belajar yang Tepat

 

Selain mendapat materi-materi belajar dari sekolah, selama SFH pun kamu tentu harus tetap membekali diri kamu dengan media-media belajar lain yang tepat. Misalnya saja seperti Quipper Video dan Quipper School.
Selain bisa mendapatkan berbagai materi dari semua mata pelajaran, Quipper Video dan Quipper School pun bisa kamu akses secara gratis saat ini. Di sana, kamu bakalan diajar oleh para tutor profesional dan andal melalui video, rangkuman, dan latihan soal.
Tentunya belajar jadi menyenangkan banget dan tidak akan bikin bosan. So, buruan daftarkan diri kamu di sini, ya.

5. Belajar Bareng Teman

Quipperian, di zaman yang serba canggih seperti ini, kalau kamu mau belajar bareng teman juga enggak harus dengan ngumpul bareng, kok. Kamu bisa manfaatkan beragam aplikasi untuk video call.

Dengan belajar bareng teman-teman via video call, mungkin kamu jadi lebih semangat. Rasa kantuk dan bosan pun pasti enggak akan ada. Kamu bisa mengajak beberapa teman dan jangan lupa tentukan jadwalnya, ya.

6. Minum Air Putih

Selain menyiapkan tempat, waktu, dan materi pelajaran, kamu juga harus menyiapkan fisik kamu nih supaya bisa tetap fit selama waktu belajar. Untuk itu, jangan lupa selalu sediakan air putih, ya, supaya konsentrasi tetap terjaga.

Tak hanya untuk konsentrasi, rutin minum air putih sebanyak minimal 8 gelas sehari pun bisa bikin kamu sehat. Kamu bisa menyiapkan air putih di botol minum besar supaya enggak bolak-balik ketika belajar.

7. Olahraga

Cara belajar efektif di rumah yang terakhir dan enggak boleh ketinggalan ialah dengan berolahraga. Kamu bisa melakukan olahraga ringan ketika jam istirahat. Cukup dengan stretch up untuk meregangkan kaki, tangan, dan leher. Gunanya, supaya badan kamu tetap bugar dan otak pun bisa terus on.

Dengan berolahraga, kamu pun bisa terus semangat selama waktu belajar berlangsung alias enggak bikin ngantuk. So, semangat ya!

Pengaruh bullying terhadap pandemi covid 19

PENGARUH BULLYING TERHADAP  PANDEMI COVID 19

Bullying sering terjadi dikalangan masyarakat. Bullying dapat dilakukan secara fisik ataupun non fisik dan dapat dilakukan oleh satu orang ataupun lebih. Hampir setiap saat selalu ada kasus bullying yang mengintai orang disekitar kita.

APASIH BULLYING ITU ?
Bullying adalah suatu aksi yang dilakukan dengan melukai fisik serta perasaan seseorang yang dimana pelaku merasa lebih kuat daripada si korban. Bullying memiliki pengaruh jangka pendek ataupun jangka panjang. Menurut Rigby ( 1994 ), bullying suatu keinginan untuk menyakiti seseorang dalam tindakan secara langsung oleh sekelompok yang lebih kuat untuk membuat korban menderita.

 JENIS-JENIS BULLYING
1. Bullying Fisik
Yang dimana korban menerima kekerasan fisik seperti ditendang, dipukul, ditampar, dijambak, dicekik, digigit dan bahkan diludahi oleh pelaku.

2. Bullying Verbal
Yang dimana korban difitnah, diteror, di jelek-jelekan dan bahkan dihina dengan sebutan yang negatif. Bullying seperti ini sering ditemui disekitaran kita karena bullying ini mudah dilakukan oleh pelaku.

3. Bullying Relasional
Yang dimana korban tidak merasakan sakit secara fisik namun ia merasakan bahwa dirinya sedang dimusuhi, dikucilin, diabaikan dan dihindari sehingga membuat korban terpaksa menyendiri dan tidak memiliki teman.

4. Bullying Elektronik
Bullying ini merupakan suatu bentuk penindasan melalui media sosial yang dimana korban dihina, disindir dan digosipin melalu media yang populer

APASIH HUBUNGAN ANTARA BULLYING DAN PANDEMI COVID 19

Dengan adanya pandemi COVID 19 ini membuat perekonomian negara diseluruh dunia tidak terkecuali Indonesia menurun. Dengan menurunnya perekonomian ini membuat beberapa para pengusaha dengan terpaksa harus mengurangi jumlah karyawan dan ada juga sebagian yang memotong 50% gaji karyawan tersebut. Dengan kehilangan pekerjaan membuat perekonomian mereka semakin menurun.

Contoh kasus bullying yang terjadi di masa pandemi COVID 19 yaitu, dimana pada bulan Mei kita sudah dihebohkan oleh dunia maya yang dimana seseorang menyalahgunakan media sosial untuk kepentingan pribadinya sehingga membuat dirinya viral. Aksi yang dilakukan mereka sangatlah tidak wajar karena aksi yang dilakukan mereka berupa mengeprank beberapa orang dengan cara memberikan bantuan berupa sembako yang dimana didalamnya berisikan sampah serta batu bata. Hal inilah yang membuat dirinya di bully baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Contoh kasus bullying yang kedua yaitu, baru baru ini kita juga dihebohkan didunia maya yang dimana ada seorang anak yang bernama Rizal menjadi korban bullying yang dilakukan oleh sekelompok pemuda. Padahal ditengah pandemi seperti ini anak tersebut  berjuang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dengan berjualan gorengan namun usaha tersebut dihadang oleh sekelompok pemuda yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya Rizal tidak memiliki semangat untuk berjualan kembali dikarenakan trauma yang timbul dari dalam dirinya akibat perlakuan sekelompok pemuda tersebut.

TIPS MENGHINDARI BULLYING
1. Percaya diri
2. Berani Melawan
3. Laporkan kepada pihak yang berwenang
4. Laporkan kepada orang tua

Meredam kepanikan sosial ditengah pandemi corona

Materi bimbingan dan konseling kelas 8F-K

Melihat perkembangan dari penyebaran virus corona di Indonesia sekarang, muncul kecemasan dalam diri masyarakat. Sebagaimana kita mengetahui kecemasan merupakan suatu keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi (Nevid, 2005). Banyak hal yang menjadi penyebab kecemasan ini timbul, misalnya, kesehatan, relasi sosial, ujian, karier, relasi internasional, dan kondisi lingkungan. Hakikatnya, kecemasan, ketakutan, dan kepanikan ini merupakan sepenggal cobaan yang Allah berikan kepada hambaNya, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 155 sebagai berikut,

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

Dari ayat di atas kita dapat mengetahui bahwa kadar kecemasan setiap orang berbeda-beda. Ketakutan dalam menghadapi ujian merupakan suatu jalan yang mengarahkan kepada kegagalan. Hal ini disayangkan karena kepanikan masyarakat terhadap penyebaran virus corona malah terjadi secara berlebihan. Sedangkan kepanikan berlebihan akan mendahului ketenangan, segala tindakan serta keputusan yang dibuat. Kepanikan berlebih mengakibatkan orang bertindak tidak rasional dan mengesampingkan nilai kemanusiaan. Kepanikan ini terjadi tidak hanya secara personal tapi sudah menjelma menjadi kelompok atau massa. Misalkan sebagian orang melakukan penolakan terhadap jenazah yang mengidap virus corona untuk dimakamkan di wilayahnya.

Kisah nyata terjadi di Semarang, seperti yang dilansir dalam portal berita voaindonesia.com mengenai seorang perawat RS dokter Kariadi, pada hari Kamis (9/4). Awalnya, jenazah perawat itu akan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga di TPU Sewakul. Namun terpaksa dipindahkan ke Bergota, makam kompleks rumah sakit tempat dia bekerja, karena muncul penolakan warga di daerah asalnya. Ada juga kasus yang mana pasien positif corona tidak mau mengaku ketika diperiksa oleh tim medis sehingga banyak tim medis yang harus menjalani rapid test. Seperti yang diberitakan oleh kompas.com (11/4), bahwa saat ditanya oleh tim medis terkait riwayatnya, pasien asal kecamatan Geyer, Grobogan tersebut mengaku tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri atau daerah lain yang masuk status zona merah corona. Setelah dirawat di ruang biasa bersama pasien lainnya, ternyata pasien tersebut positif corona. Hal ini menyebabkan sebanyak 76 pegawai yang pernah kontak langsung dengan pasien tersebut di RSUD dr. Soedjati Soemdiardjo Purwodadi, terpaksa harus menjalani rapid test untuk mecegah penyebaran virus corona.

Penolakan pemakaman pasien positif corona dan keengganan untuk jujur saat diperiksa oleh tim medis merupakan hal yang disayangkan. Masyarakat menganggap bahwa terjangkit virus corona adalah suatu aib, seperti halnya ketika awal muncul HIV AIDS dulu. Perlu diketahui bahwa terkena virus corona itu bukanlah aib, sejatinya pasien tersebut hanya sebagai korban dari adanya virus corona. Jadi semestinya, masyarakat mengedukasi diri dan mengendalikan kepanikan yang berlebihan dalam dirinya.

Kepanikan sosial atau social panic seharusnya dinetralisir agar masyarakat tetap bersama-sama waspada dengan cara yang lebih elegan dan manusiawi. Ibnu Sina berkata “kepanikan adalah separuh penyakit, ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah langkah awal kesembuhan”. Kepanikan berlebihan ketika menghadapi virus corona akan berdampak buruk pada kesehatan diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 95% penyakit yang diderita berasal dari fikiran negatif-emosi negatif yang salah satunya adalah kepanikan yang berlebihan (Nico Manggala, 2015). Maka dari itu perlu adanya upaya-upaya yang dilakukan diri sendiri maupun kelompok untuk meredam dan menetralisir kepanikan. Menurut (Nico Manggala, 2015), ada beberapa terapi yang dapat dijalankan yaitu terapi religi, berfikir positif, EFT, fikiran bawah sadar dan terapi lainnya. Kalau pak Nadiem Makarim menyarankan para mahasiswa kedokteran tingkat akhir untuk menjadi relawan, maka disini banyak kesempatan dari program studi lain untuk turut andil menjadi relawan melawan virus corona. Ambil saja beberapa contoh program studi yang ada di IAIN Surakarta. Program Studi lain yang dimaksud yaitu Bimbingan Konseling Islam, Psikologi Islam, Pendidikan Agama Islam, Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, maupun jurusan yang berkaitan dengan ekonomi syari’ah. Semua jurusan memiliki peluang untuk ikut serta mengatasi virus corona khususnya dalam upaya pencegahan serta dampak sosial yang muncul, sesuai dengan bidang yang dipelajarinya. Misalnya Bimbingan Konseling Islam dan Psikologi Islam, mahasiswa jurusan ini bisa menetralisir kepanikan di masyarakat dengan memberikan edukasi maupun tips-tips mengatasi kepanikan ditengah penyebaran virus corona maupun mengarahkan masyarakat agar berfikir positif di tengah penyebaran virus corona. Sedangkan mahasiswa PAI dan IAT muncul sebagai calon mubaligh, mereka bisa menyampaikan kepada masyarakat akan pentingnya kesabaran dalam menghadapi cobaan, kepedulian terhadap sesama manusia, bagaimana mengendalikan kepanikan menurut Islam melalui dikrullah, serta menenangkan dan menyiram rohani masyarakat ditengah kesusahan akibat adanya virus corona. Karena Program Studi tersebut berbasis soshum, maka peran mereka di tengan pandemi virus corona berkaitan dengan sosial humaniora bukan membahas mengenai pengobatan medis yang ini merupakan tugas dari para pakar kesehatan. Pada prinsipnya, semua orang berhak untuk menjadi relawan di saat penyebaran virus corona seperti ini dengan syarat yakni disesuaikan dengan bidang studi, kemampuan dan keahliannya.