Kemagnetan Kelas 9 Pertemuan ke 3

Assalamualaikum wr wb

anak anakku yang hebat tetap semangat belajar walaupun dengan cara yang terbatas melalui daring di masa pandemi.

1.Berdoa sebelum mulai belajar

2. siapkan buku catatan dan Buku tugas dan buku paket IPA IX  semester 2

3. merangkum materi yang ada di elearning

4. mengerjakan tagihan soal  pertemuan 1

PERTEMUAN 1 IPA SEMESTER 2 KEMAGNETAN

KOMPETENSI DASAR:

  1. 6. Menerapkan konsep kemagnitan, induksi elektromagnet dan pemanfaatan medan magnet termasuk dalam kehidupan sehari-hari, termasuk pergerakan navigasi hewan untuk mencari makanan dan migrasi
  2. 6. Membuat karya sederhana yang memanfatkan prinsip elektromagnetik dan atau induksi elektromagnetik

 

TUJUAN PEMBELAJARAN:

  • Menjelaskan konsep pengertian magnet
  • Membedakan bahan f eromagnetig, paramagnetic, diamagnetic dan contohnya
  • Menjelaskan sifat sifat kemagnetan..
  • Menjelaskan 3 cara pembuatan magnet
  • Menjelaskan 3 cara menghilangkan sifat kemagnetan
  • Mengidentifikasi medan magnet dari berbagai bentuk magnet
  • Menjelaskan teori kemagnetan bumi
  • Mengitung besar gaya Lorentz
  • Menyebutkan contoh penerapan gaya Lorenzt  dalam kehidupan  sehari – hari
  • Menjelaskan prinsip kerja contoh penerapan gaya Lorentz dalam kehidupan sehari – harI
  • Membuat  model pemanfaatan prinsip elektromagnetik dan atau induksi elektromagnetik berupa traf

MATERI  PEMBELAJARAN:

Magnet adalah logam yang dapat  memiliki kemampuan menarik logam tertentu.

Penggunaan magnet dalam kehidupan sehari hari antara lain:

  1. dipakai loud,speaker,
  2. kompas
  3. dinamo sepeda
  4. pintu kulkas
  5. bel listrik

. Berdasarkan kekuatan magnet menarik benda bahan magnet dibedakan menjadi 3 yaitu:

1.Ferromagnetik yaitu bahan yang dapat ditarik sangat kuat oleh magnet.

Contoh: Baja, besi, nikel,cobalt

2.Paramagnetik yaitu bahan yang ditarik lemah oleh magnet

Contoh: tembaga,platina

  1. Diamagnetik yaitu bahan yang tidak dapat ditarik sama sekali oleh magnet

Contoh:emas, kayu, kaca, almunium

Sifat sifat magnet:

  1. selalu mempunyai dua kutub utara dan selatan
  2. kutub sejenis tolak menolak tidan sejenis tarik menarik
  3. dapat menarik logam tertentu
  4. kekuatan magnet terbesar terletak pada ujung2nya atau kutub2nya
  5. dalam keadaan bebas selalu menunjuk arah utara dan selatan
  6. selalu tersesun dari magnet elementer

magnet elementer yaitu magnet magnet magnet kecil yang menjadi dasar penyususun sebuah magnet

Cara menghilangkan sifat kemagnetan:

  1. dibakar
  2. sering jatuh
  3. dipukul
  4. cara menyimpannya salah

Tiga cara pembuatan magnet:

  1. digosok:

cara menggosoknya searah tidak boleh bolak balik

kutub kutub yang dihasilkan berlawanan dengan kutub yang menggosok

  1. elektromagnetik

yaitu dengan cara dialiri arus searah/DC

kutub yang yang dihasilkan menggunakan kaidah tangan kanan

  1. Induksi

Yaitu dengan cara mendekatkan bahan magnetik dengan magnet tetap.

Kutub yang dihasilkan berlawanan dengan kutub magnet yang mendekat.

Elektromagnet ini memiliki beberapa kelebihan dibanding magnet permanen. Kelebihan-kelebihan tersebut antara lain:

  1. Sifat kemagnetannya dapat diperbesar dengan cara memperbanyak jumlah liitan atau memperbesar arus listri
  2. Sifat kemagnetannya dapat dihilangkan dengan cara memutus arus listrik, dan dapat ditimbulkan kembali dengan cara meyambung arus listrik
  3. Kutub-kutub magnetnya dapat ditukar dengan cara mengubah arah arus listrik.

Peralatan sehari-hari yang berprinsip pada elektromagnet antara lain: telepon, bel listrik, alat ukur listrik, dan alat pengangkat besi

Prinsip kaidah tangan kanan:

Jika 4 jari yang menggenggam inti besi menunjukkan arah arus listrik maka Ibu jari menunjukkan kutub utara.

 TEORI KEMAGNETAN BUMI

Jarum kompas selalu menunjuk arah utara dan selatan disebabkan karena tertarik oleh kutub selatan dan kutub utara magnet bumi. Kutub utara jarum kompas tertarik oleh kutub selatan magnet Bumi yang berada disekitar kutub utara Bumi. Sedangkan kutub selatan jarum kompas tertarik oleh kutub utara magnet Bumi yang terdapat di sekitar kutub selatan Bumi.

Kutub utara dan kutub selatan magnet Bumi tidak berimpit dengan kutub utara dan kutub selatan Bumi. Hal ini menyebabkan kutub utara dan kutub selatan magnet jarum kompas tidak menunjukkan arah utara dan selatan geografis, sehingga membentuk sebuah sudut yang disebut sudut deklinasi (D). Sudut deklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh kutub utara-selatan jarum kompas terhadap  garis vertikal arah utara dan selatan geografis.

Pola garis-garis gaya magnetik yang dibentuk oleh kemagnetan bumi

Medan Magnet Bumi

Di daerah yang tepat di atas garis katulistiwa, posisi jarum kompas dalam keadaan seimbang. Namun jika kompas dibawa ke kutub Bumi, posisi jarum kompas akan condong ke atas atau ke bawah. Ketika dibawa mendekati kutub utara Bumi, kutub utara jarum kompas condong ke bawah karena tertarik oleh kutub selatan magnet Bumi. Sedangkan ketika dibawa mendekati kutub selatan Bumi, kutub selatan jarum kompas akan condong ke bawah karena tertarik oleh kutub utara magnet Bumi. Kemiringan jarum kompas tersebut membentuk sudut inklinasi. Sudut Inklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh jarum kompas terhadap garis katulistiwa/garis horisontal permukaan Bumi.

.MEDAN MAGNETIK

Medan magnet adalah daerah di sekitar magnet di mana benda dipengaruhi oleh gaya magnetik

Besi dapat tertarik oleh magnet karena adanya gaya magnetik. Gaya tarik magnet terhadap besi ini semakin jauh semakin kecil, dan pada suatu saat nol. Selama besi masih dapat tertarik oleh magnet berarti besi tersebut masih berada dalam medan magnetik.

Medan Magnet

Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa pola medan magnetik tersebut berbentuk garis lengkung dari kutub utara ke kutub selatan, (Menurut kesepakatan, arah medan magnetik berasal dari kutub utara menuju kutub selatan magnetik).

MEDAN MAGNETIK DI SEKITAR KAWAT BERARUS LISTRIK

Kumparan kawat berinti besi yang dialiri listrik dapat menarik besi dan baja. Hal ini menunjukkan bahwa kumparan kawat berarus listrik dapat menghasilkan medan magnetik. Medan magnetik juga dapat ditimbulkan oleh kawat penghantar lurus yang dialiri listrik. Hal pertama diselidiki oleh Hans Christian Oersted (1777-1851) dengan percobaan sebagai berikut.

Percobaan Oersted

Berdasarkan hasil percobaan tersebut terbukti bahwa arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar itu menghasilkan medan magnetik, atau di sekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik. Pada saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar, ternyata kutub utara jarum kompas menyimpang lebih jauh. Hal ini berarti semakin besar arus listrik yang digunakan, semakin besar medan magnet magnetik yang dihasilkan.

Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Jika arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik (I), maka arah keempat jarimu yang lain menunjukkan arah medan magnetik (B). Kaidah tangan kanan ini juga dapat digunakan untuk menentukan arah medan magnetik pada penghantar berbentuk lingkaran yang dialiri listrik.

Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan yang terbentuk pada kumparan berarus listrik dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

Medan Magnet Kawat Berarus

Perhatikan arah arus listrik yang mengalir pada kumparan. Ujung kumparan yang pertama ksli mendapat arus listrik dijadikan pedoman untuk menentukan letak kutub-kutub magnet. Caranya, genggamlah ujung kumparan yang pertama kali teraliri arus listrik dengan posisi jari tangan kanan sesuai dengan letak kawat pada inti besi. Apabila kawat itu berada di depan inti besi, letakkan telapak tangan menghadap ke depan, kemudian genggamlah kumparan berinti besi itu.

Kaidah Tangan Kanan

Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah ibu jari, sedangkan arah sebaliknya menunjukkan kutub selatan. Jika kawat penghantar yang pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang inti besi, maka hadapkan telapak tanganmu ke belakang, kemudian genggamlah kumparan kawat itu. Dengan cara yang sama kamu dapat menentukan letak kutub utara dan kutub selatan magnet.

 


  1. GAYA LORANTZ

Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik berada di dalam medan magnetik. Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnetik, panjang penghantar, dan besar arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar. Besar gaya Lorentz dapat ditentukan dengan rumus:

F=BIL

dengan: F= gaya Lorentz (newton)
B= kuat medan magnet (tesla)
I =kuat arus listrik (ampere)
L= panjang kawat penghantar (meter)

Arah gaya Lorentz dapat ditentukan dengan menggunakan kaidah tangan kanan. Jika ibu jari menunjukkan arah arus listrik (I) dan jari telunjuk menunjukkan arah medan magnetik (B), maka jari tengah menunjukkan arah gay Lorentz (F).

Kaidah Gaya Lorentz

Peralatan dalam kehidupan sehari-hari yang memanfaatkan gaya Lorentz antara lain: bor listrik, kipas angin, blender, mikser, alat pengering rambut, mesin penyedot debu, dan mesin cuci.

Contoh soal:

Sebuah penghantar panjangnya 50 cm berarus listrik 2A, di dalam medan magnetik homogen B = 0,4 Wb/m2, berapa gaya dan arah ga-ya magnet.

Dik : L = 50 Cm = 0,5 m
I = 2 A
B = 0,4 Wb.m2

Dit : F = …..?
Jawab: F = B. I . L
= 0,4 WB. 2 A . 0,5 m
= 0,4 Newton

TAGIHAN PERTEMUAN 1

  1. Jelaskan pengertian magnet dan sebutkan pemanfaatan magnet dalam kehidupan sehari h\
  2. Jelaskan perbedaan ferromagnetik, paramagnetik dan diamagnetik dan berikan contohn
  3. Gambarkan dan jelaskan 3 cara membuat magnet
  4. Sebutkan sifat sifat magnet
  5. Bagaimana cara menghilangkan sifat kemagnetan!
  6. Jelaskan tentang kemagnetan bumi, sudut deklinasi dan inklinasi
  7. Jelaskan tentang medan magnet dan arah garis gaya magnet!
  8. Apa yang dimaksud dengan gaya lorentz dan tuliskan penerapan gaya lorentz dalam peralatan kehidupan sehari hari!

 

Sistem Pembelahan Sel

Pembelahan Sel : Amitosis, Mitosis dan Meiosis

Pengertian pembelahan sel, Dalam suatu proses menghasilkan dan menciptakan suatu generasi-generasi penerus baru dari sel-sel maupun individu yang mempunyai sifat multiseluler seperti halnya diri mereka sendiri yang dihasilkan oleh indukan ataupun orang tua merupakan definisi dari reproduksi atau pembelahan sel pada ilmu biologi.

Reproduksi atau pembelahan sel pada umumnya dibedakan menjadi 3 jenis pembelahan sel, yakni pembelahan secara amitosis atau biner, pembelahan sel secara mitosis, dan pembelahan sel secara meiosis. Berikut pembahasannya :

Pembelahan Sel Secara Amitosis

Pembelahan sel AmitosisProses pembelahan sel secara amitosis biasanya berlangsung secara spontan, tanpa melewati suatu tahapan-tahapan pada pembelahan sel. Biasanya pada organisme prokariotik seperti halnya bakteri menggunakan dan memakai cara pembelahan ini. Pada proses pembelahan sel secara amitosis dapat terjadi karena sel-sel bakteri yang tidak mempunyai bagian-bagian dari membran inti yang berperan penting dalam membatasi nukleoplasma dengan sitoplasma.

Ciri – ciri Pembelahan Sel Amitosis : 

  • Terjadi organisme Unsiluler atau bersel tunggal, misalnya :
    • Amoeba
    • Parameciu
    • Alga Biru, dll
  • Setiap sel terbelah menjadi 2 sel

Tujuan Pembelahan Sel Amitosis : 

Tujuan dari pembelahan sel amitosis ini adalah untuk reproduksi yaitu untuk memperbanyak diri yang awalnya hanya satu kini terbelah menjadi beberapa bagian sehingga menghasilkan pembelahan yang banyak dan sempurna.

Pembelahan Sel Secara Mitosis

Pembelahan sel MitosisiPembelahan secara mitosis adalah pembelahan sel yang terjadi melalui tahapan-tahapan tertentu (akan dibahas kemudian). Pembelahan mitosis menghasilkan dua sel anakan. Setiap sel anakan mengandung jumlah kromosom yang sama dengan induknya. Pembelahan mitosis terjadi pada sel eukariotik. Jika sel induk membelah mengandung kromosom diploid (2n), sel anakan yang dihasilkan dari pembelahan mitosis adalah dua sel anakan yang juga diploid (2n).

Dengan kata lain, pembelahan mitosis menghasilkan dua sel anakan identik. Pada proses pembelahan secara mitosis dapat terjadi selama proses perkembangan, pertumbuhan dan juga reproduksi aseksual (reproduksi yang menghasilkan keturunan dari orang tua tunggal). Jika pada makhluk hidup seperti hewan dan manusia, proses pembelahan sel secara mitosis dapat terjadi pada sel meristem somatis yang dapat diartikan sebagai sel tubuh yang masih muda yang masih mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan.

Tahap-Tahap Pembelahan sel secara Mitosis

Sel juga mempunyai siklus sendiri yakni siklus sel. Dalam siklus sel tersebut terdiri dari fase pembelahan sel atau disebut dengan mitotik dan suatu periode perkembangan dan pertumbuhan yang biasa disebut interfase. Interfase dikategorikan menjadi  tiga subfase, yakni G1, S, dan G2, sebelum suatu sel-sel memasuki tahapan dalam fase mitotik dan telah siap untuk melakukan proses membelah.

1. Tahap Interfase

Pada tahapan ini, suatu sel dianggap melalui proses istirahat terlebih dahulu dari proses pembelahan. Walaupun demikian, sesungguhnya tahap interfase bisa dikatakan sebagai suatu tahap yang bersifat aktif dan penting dalam membantu untuk mempersiapkan proses terjadinya pembelahan. Pada proses persiapan yakni berupa duplikasi / replikasi dari DNA yang telah melipatgandakan dirinya. Kemudian tahapan dari tahap interfase dikategorikan lagi menjadi 3 ke fase gap-1 (G1), fase sintesis (S), dan fase gap-2 (G2).

  • Fase gap-1 (G1) : pada fase ini  sel-sel belum melakukan proses duplikasi / replikasi DNA, sehingga DNA masih memiliki jumlah 1 salinan saja, dan diploid (2n).
  • Fase sintesis (S) : Pada fase ini, DNA sudah melalui proses duplikasi / replica, sehingga akan menghasilkan salinan dari DNA dan diploid (2c,2n).
  • Fase gap-2 (G2) : Pada fase ini proses terjadinya duplikasi / replikasi DNA telah dinyatakan selesai, dan sel akan melakukan proses persiapan sebelum mengadakan proses pembelahan.

2. Tahap kariokinesis

Ciri-ciri Pembelahan Sel Mitosis :

  • Proses langsung pada sel somatik
  • Menghasilkan 2 sel yang memiliki sifat identik dengan induknya
  • Terjadi 1 kali pembelahan dari 4 fase :
    • Profase
    • Metafase
    • Anaphase
    • Telofase
  • Terdiri dari satu fase yaitu Interfase
  • Sel induk dan anak memiliki kesamaan jumlah kromosom tetapi sel anak masih bisa membelah lagi
  • Pembelahan secara mitosis terjadi pada usia muda, dewasa dan tua.

Tujuan Pembelahan Sel Mitosis :

Tujuan dari pembelahan sel secara mitosis adalah untuk mengganti  bagian sel-sel yang rusak atau biasa disebut dengan regenerasi sel

Fase Mitosis

Fase mitosis adalah fase yang terjadi pembelahan yang tidak di awali dengan interfase akan tetapi interfase ini merupakan salah satu fase dari mitosis dengan meitosis yang berkelanjutan. Sehingga antara mitosis dengan mitosis yang lainnya bisa terjadi interfase. Sehingga perlu diketahui juga bahwa dimana pada interfase ini sel akan melakukan beberapa persiapan yang akan di gunakan untuk mitosis selanjutnya. Pembelahan sel mitosis ini di bagi menjadi 2 fase yaitu :

1. Fase Kariokinesis

Definisi dari kariokinesis adalah suatu tahapan pada proses pembelahan inti sel. Berikut penjelasan mengenai tahapan dari fase yang lebih rinci dan detail sebagai berikut :

  • Profase

Pada tahapan ini, DNA akan mulai digabungkan / dikemas menjadi kromosom. Definisi dari kromosom adalah sebagai suatu struktur-struktur paling padat dari gabungan / kemasan DNA. DNA sendiri, harus digabung / dikemas ke dalam suatu kromosom. Definisi dari profase adalah sebagai tahapan-tahapan yang paling lama terjadi dalam proses pembelahan sel secara mitosis.

Pada tahapan-tahapan profase awal, kromosom sendiri akan mulai tampak menjadi lebih pendek dan mulai menebal. Jika pada tahapan di sel hewan, bagian sentriol akan mengalami proses membelah dan masing-masingnya akan melakukan proses pergerakan menuju ke kutub yang jalurnya berlawanan arah pada nukleus. Kemudian proses selanjutnya akan terbentuk  suatu jaringan benang-benang spindel yang mempunyai penghubung secara langsung dari bagian kutub ke bagian kutub pula.

Jika pada tahapan di sel tumbuhan, tidak mempunyai bagian sentriol dan bagian dari benang-benang spindel yang akan terbentuk tanpa terjadi pengikatan pada pada sentriol. Sedangkan pada tahapan-tahapan profase akhir, masing-masing dari kromosom sendiri akan mulai terlihat yang terdiri dari dua bagian kromatid yang mengalami proses pengikatan pada sentromer. Kemudian proses selanjutnya, bagian dari nucleolus akan menghilang dan bagian dari membran nucleus akan mengalami kehancuran. Pada tahapan-tahapan ini, bagian kromosom bergerak sangat bebas di dalam bagian-bagian sitoplasma.

  • Metafase

Definisi dari metafase adalah sebagai tahapan-tahapan yang sangat singkat dalam proses pembelahan sel secara mitosis. Pada tahapan-tahapan tersebut, bagian kromosom bergerak menuju ke bidang ekuator pada benang-benang spindel. Kromosom akan mengalami  pengikatan pada benang-benang spindel melalui bagaian sentromer.

Mengapa kromosom sendiri bermukim pada bidang ekuator? Hal ini dengan tujuan agar pada saat proses pembagian-pembagian sejumlah informasi-informasi dari DNA, sehingga pembagian informasi dari DNA dilakukan secara merata dan sama jumlahnya kepada sel anakan.

  • Anafase

Definis dari anafase adalah sebagai tahapan-tahapan yang singkat dalam proses pembelahan sel secara mitosis. Dalam tahapan-tahapan ini, pada masing-masing sentromer akan melakukan pengikatan pada kromatid yang sedang membelah secara bersamaan. Kromatid akan mengalami pergerakan menuju bagian kutub untuk pembelahan.

Hal tersebut karena terjadinya proses kontraksi pada benang spindel. Saat proses kontraksi sendiri, pada benang spindel akan mulai memendek dan selanjutnya akan menarik kromatid untuk membelah menjadi dua bagian yang sama pada kedua kutub yang mempunyai arah berlawanan. Tahapan-tahapan ini akan menghasilkan salinan kromosom yang saling berpasangan yakni (1c,2n).

  • Telofase

Pada tahapan-tahapan ini, bagian dari membran inti akan mulai terbentuk dan pada nucleolus akan kembali muncul. Pada bagian kromosom akan melalui proses pembentukan benang-benang yang bernama benang kromatin. Selanjutnya, tahapan-tahapan pada telofase berakhir dengan terjadinya proses pembelahan pada sitoplasma. Proses ini sering disebut dengan sitokinesis.

2. Fase Sitokinesis

Pada tahap ini akan terjadi proses pembelahan sel pada sitoplasma yang akan diikuti dengan suatu proses pembentukan sekat-sekat pada sel yang baru. Sekat-sekat ini akan memisahkan bagian antara dua inti tersebut yang kemudian akan menjadi dua sel anakan. Pada sel hewan sendiri, tahapan-tahapan sitokinesis akan dimulai pada saat tahapan telofase berakhir. Sedangkan pada sel tumbuhan mempunyai bagian dinding sel keras. Maka dari itu, tahapan sitokinesis pada sel tumbuhan berbeda dengan  tahapan sitokinesis pada sel hewan.

Pembelahan Sel Secara Meiosis

Pembelahan sel MeiosisPembelahan secara meiosis didefinisikan sebagai proses pembelahan sel yang melewati suatu tahapan-tahapan tertentu. Proses pembelahan ini yakni terjadi pembelahan sel induk diploid / disebut dengan (2n) dan menghasilkan empat sel anakan haploid / disebut dengan (n). Separuh kromosom sel induk terkandung dalam masing-masing sel anakan yakni haploid (n).

Proses ini terjadi pada saat pembentukan sel gamet yang prosesnya terjadi pada bagian organ reproduktif. Pada makhluk hidup seperti halnya hewan dan manusia, sperma yang bersifat haploid akan dihasilkan di bagian dalam testis dan sel telur yang bersifat haploid yang akan dihasilkan di bagian dalam ovarium.

Sedangkan pada tumbuhan yang memiliki bunga, sel gamet akan dihasilkan di bagian dalam putik dan dari benang sari yang melalui proses pembelahan sel secara meiosis. Tujuan Meiosis adalah sebagai penghasil gamet yang secara genetik hanya mempunyai setengah dari induknya sendiri, dampaknya akan menyebabkan adanya berbagai macam variasi genetik.

Tahap-Tahap Pembelahan Sel Secara Meiosis (Pembelahan Reduktif)

Pada tahapan-tahapan ini sel kelamin berperan sebagai reproduksi suatu makhluk hidup secara seksual yang memiliki sifat generatif. Sel kelamin hanya terdapat setengah pasang kromosom yakni haploid atau (n). Pada tahap pembelahan sel secara meiosis serupa dengan pembelahan sel secara mitosis. Hanya pada proses pembelahan sel secara meiosis terjadi dua kali proses pembelahan, yakni pada proses pembelahan sel meiosis I dan pembelahan sel  meiosis II. Pada proses pembelahan sel meiosis mempunyai tahapan yang sama. Brikut tahapan-tahapan meiosis sebagai berikut.

Ciri-ciri Pembelahan Sel Meiosis :

  • Reproduksi secara seksual
  • Memiliki sifat Generatif
  • Memiliki setengah pasang kromosom : haploid (n)
  • Terjadi 2 tahap pembelahan sel :
    • Tahap Meiosis I
      • Interfase
      • Profase I
      • Metafase I
      • Anafase I
      • Telofase I
      • Sitokinesis I
    • Tahap Meiosis II
      • Interfase
      • Profase II
      • Metafase II
      • Anafase II
      • Telofase II
      • Sitokinesis II

Tujuan Pembelahan Sel Meiosis :

Tujuan dari pembelahan sel secara meiosis adalah agar pada generasi-generasi berikutnya akan mempunyai jumlah kromosom yang tetap.
Tahap Meiosis I

Tahap meiosis I yakni interfase, profase I, metafase I, anafase I, telofase I, dan sitokinesis I

  • Interfase

Pada tahap ini, sel melakukan tahap persiapan sebelum melakukan pembelahan. Persiapan yang dilakukan adalah dengan cara melakukan proses penggandaan DNA yakni dari satu salinan menjadi dua salinan. Tahap akhirnya ditandai dengan adanya dua salinan dari DNA yang telah siap melalui proses pengemasan menjadi kromosom.

  • Profase I

Pada tahapan ini, DNA akan dilakukan proses pengemasan ke bagian dalam kromosom. Pada akhir proses, akan terbentuk kromosom yang memiliki sifat homolog yang saling berpasangan dan mempunyai bentuk tetrad. Kromosom homolog dapat didefinisikan sebagai sepasang kromosom yang mempunyai dua kromosom bersifat identik dan di dalamnya mengandung gen-gen yang mempunyai struktur dan jumlah yang sama persis. Profase I mempunyai tahapan paling panjang jika dibandingkan dengan tahapan lainnya yang terjadi pada proses pembelahan sel meiosis I karena mempunyai lima tahapan, yakni tahap leptoten, tahap zigoten, tahap pakiten, tahap diploten, dan tahap diakinesis.

  • Metafase I

Paa tahapan ini, tetrad kromosom sudah ada pada bagian bidang ekuator. benang-benang spindel akan melakukan proses pelekatan dirinya pada tiap bagian dari sentromer kromosom, pada bidang ekuator. Kemudian pada bagian ujung benang spindel yang lain akan membentang dan melekatkan ujungnya pada bagian kedua kutub pembelahan yang mempunyai arah saling berlawanan.

  • Anafase I

Pada tahapan ini, setiap kromosom yang memiliki sifat homolog, akan mulai melakukan penarikan oleh bagian-bagian dari benang spindel yang mulai bergerak menuju ke kutub pada bagian pembelahan yang mempunyai arah yang saling berlawanan. Tujuannya adalah untuk membagikan isi dari kromosom yang memilik sifat diploid menjadi kromosom yang memilik sifat haploid.

  • Telofase I

Pada tahap ini, tiap bagian-bagian kromosom yang memiliki sifat homolog sudah sampai pada bagian kutub pembelahan.

  • Sitokinesis I

Pada tahapan ini, tiap kromosom yang bersifat homolog akan dipisahkan oleh sekat-sekat dan akhirnya sitokinesis akan menciptakan dua sel, yang masing-masing mempunyai kromosom bersama kromatid yang kembar.

  • Interkinesis

Definisi dari interkinesis merupakan tahapan yang berada diantara dua tahapan pembelahan meiosis. Pada tahap ini, tidak terjadi proses duplikasi / replikasi DNA. Pada proses pembelahan meiosis I, akan menghasilkan dua sel anakan yang bersifat haploid.

Tapi perlu diingat dalam hal ini, kromosom tersebut masih mempunyai sepasang kromatid, yang mempunyai kandungan DNA-nya yang masih rangkap atau disebut (2c). Sedangkan tujuan dari meiosis II untuk melakukan pembagian kedua salinan yang ada pada sel anakan baru. Pada tahapan meiosis II , tahap-tahapnya serupa pada tahapan meiosis I.

]

pembelahan sel

Tugas 1 ipa klas D hari kamis 16 april 20

1.Buat profil WA dengan foto pribadi masing2

2.Absen kelas secara urut kirim lewat WA

3.Pembelahan sel secara Mitosis dan Meiosis [pengertian masing2]

4.Gambar pembelahan sel secara mitosis dan meiosis dan beri keterangan secara lengkap

5. Tulis dibuku tulis ipa dan kirim ke google class room[kelas masing masing]