HAK DAN KEWAJIBAN SISWA

RINGKASAN MATERI.

 

Hak Adalah kewenangan yang sah yang dimiliki seseorang untuk melakukan sesuatu atau menerima sesuatu perlakuan dari orang lain.Contohnya ; Anak berhak mendapat kasih sayang dari orang tua,adik berhak mendapat perlindungan dari kakaknya,siswa berhak mendapat mendapat ilmu di sekolah,anak berhak mendapat makanan dari ortu di rumah dll.

Kewajiban adalah sesuatu yang menjadi keharusan dilakukan oleh seseorang . Contohnya : siswa wajib mentaati segala peraturan yang ada dan berlaku di sekolah, anak di rumah wajib membantu orang tua, wajib menghormati orang tua dan guru dll.

Pada dasarnya kewajiban merupakan bentuk pelaksanaan dari aturan/norma yang berlaku dalam kehidupan di rumah,di sekolah dan di masyarakat.

Kita hendaknya tidak hanya menuntut hak sebelum melaksanakan kewajiban nya. Sebaliknya seseorang tidak boleh hanya memaksakan kewajiban pada orang lain tanpa memberikan hak yang semestinya ia dapatkan.

 

TUGAS  SISWA

TULISKAN  PENDAPATMU TERMASUK  HAK  ATAU  KEWAJIBAN  KAH PERNYATAAN  DI  BAWAH  INI.

 

PERNYATAAN                                                                                             PENDAPATMU

  1. Saya merasa senang mendapat kasih sayang dari ortu             …………….
  2. Saya ikut membantu ortu di waktu senggang                             …………….
  3. Menolak mencoba barang haram yang diberi teman                …………….
  4. Melerai teman yang berkelahi                                                        …………….
  5. Mentaati peraturan sekolah                                                            …………….
  6. Mendapat penghargaan sebagai juara dalam perlombaan      …………….
  7. Mengajak teman untuk selalu belajar dengan rajin                  …………….
  8. Membereskan tempat tidur setiap bangun tidur                       …………….
  9. Mendapat makanan setiap hari di rumah                                   …………….
  10. Menghormati ortu,saudara yang lebih tua dan bpk/ibu guru …………….

 

 

CATATAN  :

Kerjakan di buku, kemudian difoto dan kirim jawaban di classroom . Jangan lupa diberi nama lengkap dan no absen.

 

DISIPLIN DAN TATA TERTIB SEKOLAH

Orang bijak mengatakan bahwa salah satufaktor penentu keberhasilan seseorang adalah tingginya rasa tanggung jawab dan sikap disiplin orang tersebut.

Sikap disiplin yang dimaksud adalah sikap tepat waktu dan selalu patuh terhadap apa yang telah menjadi kesepakatan bersama atau kesepakatan diri pribadi.Contoh : sikap disiplin terhadap jadwal belajar yang telah dibuat sendiri.

Keberhasilan belajar siswa dapat ditentukan oleh beberapa faktor,diantaranya adalah faktor keluarga  yakni seberapa besar tingkat perhatian orang tua siswa tersebut kepada anaknya.Selain itu juga dipengaruhi oleh sistem pendidikan yang ada di sekolah termasuk kurikulumnya dan siswa itu sendiri serta kualitas gurunya.

Dalam usaha untuk mencapai tujuan tersebutmaka pihak orang tua,sekolah dan siswa telah membuat kesepakatan bersama yaitu tata tertib sekolah.Tata tertib sekolah dibuat dalam rangka usaha membentuk suasana sekolah yang amn,nyaman dan tenteram sehingga mendukung sekali terciptanya proses belajar mengajar yang baik.

LATIHAN PEMECAHAN MASALAH/TUGAS UNTUK ANAK-ANAK :

BERILAH JAWABAN BENAR ATAU SALAH PADA PERNYATAAN DI BAWAH INI !

1. Aturan yang berlaku tidak memberatkan saya untuk dilaksanakan.

2. Peraturan dibuat untuk mengatur kehidupan supaya lebih tertib dan teratur.

3.Pelanggar peraturan wajib mendapatkan sanksi.

4. Mengajak teman-teman untuk selalu melaksanakan tata tertib.

5.Akibat dari perbuatan yang salahadalah tanggung jawab pelaku.

6. Undang-undang merupakan aturan dalam kehidupan bernegara.

7.Sopan santun merupakan bentuk aturan tertulis.

8. Peraturan akan memberikan kebebasan dan rasa aman.

9. Peraturan akan menentukan suatu hubungan dalam suatu kehidupan.

10.Pelaksanaan peraturan yang berlaku sangat merugikan kita.

 

Tujuan Bimbingan dan Konseling

  1.  Tujuan Bimbingan dan Konseling

Secara implisit, tujuan bimbingan dan konseling sudah bisa diketahui dalam rumusan tentang bimbingan dan konseling. Individu atau siswa yang dibimbing, merupakan individu yang sedang dalam proses perkembangan. Opleh sebab itu, maka tujuan bimbingan dan konseling adalah agar tercapai perkembangan yang optimal pada individu yang dibimbing. Dengan perkataan lain, agar individu (siswa) dapat mengembangkan dirinya secara optimal sesuai dengan potensi atau kapasitasnya dan agar individu dapat berkembang sesuai lingkungannya.

Optimalisasi pencapaian tujuan bimbingan dan konseling pada setiap individu tentu berbeda sesuai tingkatan perkembangannya. Apabila yang dibimbing adalah murid sekolah dasar, dimana mereka sedang dalam proses perkembangan dari usia SD ke usia SMP atau usia anak-anak ke usia remaja, tentu optimalisasi pencapaian tingkat perkembangannya sesuai denmgan usia sekolah dasar, demikian juga apabila yang dibimbing adalah siswa sekolah menengah pertama (SMP) atau siswa Madrasah Tsanawiyah dan Sekolah Menengah Atas  atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/ SMK) atau Madrasah Aliyah (MA) dan Perguruan Tinggi.

Individu yang sedang dalam proses perkembangan apalagi ia adalah seorang siswa, tentu banyak masalah yang dihadapinya baik masalah pribadi, sosial, maupun akademik dan masalah-masalah lainnya. Kenyataan bahwa tidak semua individu (siswa) mampu melihat dan mampu menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapinya serta tidak mampu menyesuaikan diri secra efektif terhadap lingkungannya. Bahkan adakalanya individu tidak mampu menerima dirinya sendiri. Merujuk kepada masalah yang dihadapi individu (siswa), maka tujuan Bimbingan dan Konseling adalah agar individu yang dibimbing memiliki kemampuan atau kecakapan melihat dan menemukan masalahnya dan mampu atau cakap dalam memecahkan sendiri masalah yang dihadapinya serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Bimbinagn dan Konseling berkenaan dengan prilaku, oleh sebab itu tujuan Bimbingan dan Konseling adalah dalam rangka :

  1. Membantu mengembangkan kualitas kepribadian individu yang dibimbing atau yang dikonseling.
  2. Membantu mengembangkan kualitas kesehatan mentan klien.
  3. Membantu mengembangkan prilaku-prilaku yang lebih efektif pada diri individu dan lingkungannya.
  4. Membantu klien menanggulangi problema hidup dan kehidupannya secara mandiri.

Dalam islam, sosok individu yang ingin dicapai seperti disebutkan dalam tujuan Bimbingan dan Konseling diatas, identik dengan individu yang “kaffah” atau “insan kamil”. Individu yang kaffah atau insan kamil merupakan sosok individu atau pribadi yang sehat baik rohani (mental atau psikis) dan jasmaninya (fisiknya). Dengan perkataan lain, sehat fisik dan psikisnya individu atau pribadi yang kaffah atau insan kamil juga merupakan sosok individu yang mampu mewujudkan potensi iman, ilmu dan amal serta dzikir sesuai kemampuannya dalam kehidupannya sehari-hari.

Secara operasional, individu atau pribadi yang kaffah atau insan kamil adalah individu yang mampu:

  1. Berfikir secara positif sebagai hamba Allah SWT yang tugas utamanya adalah mengabdi kepada-Nya.
  2. Berfikir positif tentang diri dan orang lain di lingkungannya.
  3. Mewujudkan potensi fikir dan dzikir dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Mewujudkan akhlak alkarimah dan senantiasa berbuat ihsan (baik) dalam kehidupan sehari-hari baik terhadap diri dan lingkungannya.

M. Hamdan Bakran Adz zaky,(2004) merinci tujuan bimbingan dan konseling dalam islam sebagai berikut:

  1. untuk menghasilkan suatu perubahan, perbaikan,kesehatan, dan kebersihan jiwa dan mental. Jiwa menjadi tenang, jinak, dan damai (Mutmainnah), bersikap lapang dada (Radhiyah) dan mendapatkan pencerahan taufidh dan hidayah- Nya (Mardhiyah).
  2. Untuk menghasilkan suatu perubahan, perbaikan, dan kesopanan tingkah laku yang dapat memberikan manfaat baik pada diri sendiri, lingkungan keluarga, lingkungan sekolah atu madrasah, lingkungan kerja, maupun lingkungan sosial, dan alam sekitarnya.
  3. Untuk menghasilkan kecerdasan rasa (emosi) pada individu sehingga muncul dan berkembang rasa toleransi, kesetiakawanan, tolong-menolong dan rasa kasih sayang.
  4. Untuk menghasilkan kecerdasan spiritual dalam pada diri individu sehingga muncul dan berkembang keinginan untuk berbuat taat kepada-Nya, ketulusan mematuhi segala perintah-Nya, serta ketabahan menerima ujian-Nya.
  5. Untuk menghasikan potensi ilahiyah, sehingga dengan potensi itu individu dapat melakukan tugas-tugasnya sebagai khalifah dengan baik dan benar, dapat dengan baik menanggulangi berbagai persoalan hidup, dan dapat memberikan kemanfaatan dan keselamatan bagi lingkungannya pada berbagai aspek kehidupan.

Dengan demikian tujuan Bimbingan dan Konseling dalam islam merupakan tujuan yang ideal dalam rangka mengembangkan kepribadian muslim yang sempurna atau optimal.

Pencapaian tujuan Bimbingan dan Konseling dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dan madrasah berbeda untuk setiap tingkatannya. Artinya, melihat perkembangan yang optimal pada siswa SMP/MTs tentu tidak sama dengan melihat siswa SMA/MA/SMK. Begitu juga melihat kemandirian siswa SMP tentu tidak sama dengan melihat kemandirian siswa SMA/MA/SMK. Dengan perkataan lain, penjabaran tujuan Bimbingan dan Konseling di atas di sekolah-sekolah dan madrasah, harus didasarkan atas pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah atau madrasah yang bersangkutan.

Menurut Yusuf & Nurihsan (2008) tujuan bimbingan dan konseling yang terkait dengan aspek akademik (belajar) adalah sebagai berikut.

1)      Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.

2)      Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.

3)      Memliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, menggunakan kamus, mencatat pelajaran, dan memepersiapkan diri menghadapi ujian.

4)      Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan pendidikan, seperti membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.

5)      Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

Pengertian Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan Konseling merupakan terjemahan dari istilah guindance dan counselling dalam bahasa Ingris. Kata “guindance” berasal dari kata kerja to guide yang mempunyai arti “menunjukan, membimbing, menuntun, ataupun membantu” (Hallen 2005:2). Sesuai dengan  istilahnya  maka  bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai bantuan dan tuntunan, namun tidak semua bantuan diartikan bimbingan.


Menurut  Shertzer  dan  Stone mengartikan bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu agar mampu  memahami  diri  dan  lingkungannya.  Menurut  Rochman  Natawidjaja mengartikan bimbingan sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu  yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya  individu  tersebut  dapat  memahami dirinya dan dapat  bertindak  secara wajar,  sesuai  dengan  tuntutan  dan  keadaan  lingkungan  sekolah,  keluarga, masyarakat, dan kehidupan pada umumnya.