Pertemuan 4 ( UH 1 Berita )

Assalamualaikum Wr Wb

Selamat pagi anak – anak ,bagaimana kabar kalian? Sehat semua kan. Di tengah pandemi Covid – 19 kita tetap menjaga kesehatan dan selalu memperhatikan protokol kesehatan. Hari ini merupakan pertemuan kita yang ke – 4, pada minggu – minggu yang lalu sudah kita bahas tentang : unsur – unsur berita, struktur berita, kebahasaan berita, menulis dan menyampaikan berita.Pada hari ini kita akan melaksanakan Ulangan Harian 1 tentang berita. Dimana materi tersebut telah kita pelajari pada minggu – minggu yang lalu. Untuk pelaksanaan UH 1 tersebut kalian buka LINK berikut

http://bit.ly/UHberita1

Menyampaikan Informasi dalam Bentuk Berita ( Pertemuan 3 )

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu menjelaskan pentingnya berita serta menyajikan informasi yang ada di dalamnya secara tulis dan lisan dengan memperhatikan ketepatan struktur dan kaidah kebahasaan.

Di samping sebagai pendengar atau pembaca, dalam berbagai kesempatan, kamu sering kali dihadapkan pada keharusan untuk menyampaikan kembali informasi.Kamu tidak mungkin mengarang ketika itu.Kita harus menyampaikan berita itu apa adanya, tanpa ada yang ditambah – tambah atau dikurangi.Kamu cukup memahami ide – ide pokok berita itu.Kemudian, kamu menceritakanya berdasarkan kata – kata kita sendiri.

Dengan demikian, pemahaman tentang ide – ide pokok berita sangat penting ketika kamu akan menceritakan isi suatu berita.Berdasarkan ide -ide pokok itulah, kita bisa menyampaikan kembali berita dengan benar dan ringkas.

Langkah – langkah penyampaikan berita :

  1. Menentukan sumber berita, yakni berupa peristiwa yang menarik dan menyangkut kepentingan banyak orang.
  2. Mendatangi sumber berita, yakni dengan mengamati langsung dan mewawancarai orang – orang yang berhubungan dengan peristiwa itu.
  3. Mencatat fakta – fakta dengan berkerangka pada pola ADIKSIMBA
  4. Mengembangkan catatan itu menjadi sebuah menjadi sebuah teks berita yang utuh, yang disajikanmulai dari bagian yang penting ke bagian yang kurang penting

Kalau masih ditemukan beberapa kekeliruan dari berita yang kamu buat itu wajar. Masih ada satu tahap lagi yang harus kamu lalui sebelum berita itu dipublikasikan, yakni penyuntingan.

Aspek yang harus diperhatikan :

a. Kebenaran isi berita, yang ditunjang oleh keakuratan fakta – faktanya.

b. Kelengkapan isi berita, yang ditandai oleh hadirnya komponen – komponen berita yang terangkum

dalam rumus ADIKSIMBA.

c. Struktur penyusunan berita, yang dimulai dari bagian yang penting ke bagian yang kurang penting.

d. Penggunaan bahasa, yang terkait dengan keefektifan kalimat, kebakuan kata, dan ketepatan ejaan

dan tanda bacanya.

Apabila berita itu disertai gambar atau ilutrasi, perlu diperhatikan kesesuaian gambar dengan isi berita

di samping keartistikanya.

PERKENALAN dan Pembelajaran ( Pertemuan 2 )

Assalamualaikum wr.wb

Hai … selamat pagi anak – anak

Apa kabar … sehat semua kan? Dimasa pandemi COVID – 19 kita harus sll menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan. Semoga kita sehat dan sll dalam lindungan – Nya. Aamiin …

Sebelum mulai pembelajaran kita akan berkenalan terlebih dahulu walau agak terlambat. Kalian sudah tahu nama ibu kan? Baik …nama ibu Sudarti … rumah ibu di Perum mustika 17 Rt 03 Rw 05 Jogoloyo – Demak. Putra ibu ada 3 orang semua laki – laki. 1 orang di Jakarta, 1 lagi di Surabaya dan yang 1 di Semarang. Cucu ibu ada 3 anak … 1 perempuan dan yang 2 laki – laki. Itu sedikit perkenalan dari ibu.

untuk kalian nti beberapa anak yang akan memperkenalkan diri.

Anak – anak untuk hari ini materi pembelajaran akan kita lanjutkan tentang ” Struktur dan Kaidah Kebahasaan ”

Struktur Berita terdiri dari :

1. Kepala berita

2. Tubuh berita

3. Ekor

Berdasarkan sruktur atau susunanya, teks berita dapat kita kelompokan ke dalam dua bagian, yakni berupa informasi yang penting dan informasi yang tidak penting. Informasi penting disebut pokok – pokok informasi atau unsur – unsur berita ( utama ) yang terangkum dalam rumus 5W + 1H dalam bahasa Indonesia disingkat ADIKSIMBA ( Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa, Bagaimana.

Keenam pertanyaan itu lazim ditempatkan di bagian awal pemberitaan yang kemudian disimpan pada bagian kepala berita ( lead ) dan tubuh berita. Adapun susunan dari unsur – unsur berita itu bisa variatif, misalnya ada yang didahului dengan penyajian ” apa ” ada pula yang diawali dengan ” kapan “. Pertanyaaan ” bagaimana ” biasanya ditempatkan pada bagian tubuh berita.

Informasi yang kurang penting yang lazim disebut uraian atau ekor berita. Bagian ekor berada setelah kepala atau tubuh berita. Bagian ini tidak memiliki kaitan langsung dengan judul berita.

Dengan struktur penyajian yang semacam itulah, susunan informasi di dalam suatu pemberitaan tersaji dalam pola piramida terbalik. Bagian awal merupakan bagian pokok dan semakin ke bawah merupakan perincian – perincian yang sifatnya cenderung tidak penting.

Kaidah – kaidah kebahasaan :

a. Penggunaan bahasa bersifat standar ( baku )

Hal ini untuk menjembatani banyak kalangan. Bahasa standar lebih mudah difahami oleh umum.

b. Penggunaan kalimat langsung

Kalimat langsung ditandai oleh dua tanda petik ganda ( “…” ) dan disertai keterangan penyertanya.

Penggunaan kalimat langsung terkait dengan pengutipan pernyataan oleh narasumber.

Contoh :

” Saya selaku pemimpin  menghimbau kepada masyarakat, ayo makan yang bergizi tinggi, istirahat yang

cukup, pakai masker. Insya Allah, semua sehat dan selamat, ” kata Camat Rahardian.

c. Penggunaan konjungsi bahwa

Berfungsi sebagai penerang kata yang diikutinya. Hal itu terkait dengan pengubahan bentuk kalimat

langsung menjadi kalimat tidak langsung.

Contoh :

Camat Rahardian mengatakan bahwa ia selaku pemimpin menghimbau kepada masyarakat, ayo makan

yang bergizi tinggi, istirahat yang cukup, pakai masker.Insya Allah, semua sehat dan selamat.

d. Penggunaan kata kerja mental

Kata – kata yang dimaksud, antara lain, memikirkan, membayangkan, berpraduga, berkesimpulan.

Contoh :

Ayah memikirkan keluarga, bagaimana cara untuk menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid – 19

e. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan tempat

Konsekuensi dari perlunya kelengkapan suatu berita yang mencakup unsur kapan dan di mana.

Contoh :

Sekitar pukul 23.00 WIB, suasana Demak sangat sepi di tengah pandemi Covid -19

f. Penggunaan konjungsi temporal atau penjumlahan

Hal ini terkait dengan pola penyajian berita yang umumnya mengikuti pola kronologis

( urutan waktu ).

 

Untuk pengembanganya bisa dilihat di buku Bahasa Indonesia kls VIII hal 12 – 18 ( B I Kemendikbud )

 

S E L A M A T    M E N G E R J A K A N