MINGGU KE 6 PAI 9

Menyayangi Binatang dalam Syariat Penyembelihan

Penyembelihan hewan harus dilakukan dengan cara yang baik dan benar sesuai ajaran Rasulullah saw. Penyembelihan hewan tidak sama dengan mematikan.

Penyembelihan yang disyariatkan dalam ajaran Islam adalah penyembelihan yang memenuhi ketentuan-ketentuan:

A. Ketentuan orang yang menyembelih (hal.204)

B. Ketentuan hewan yang akan disembelih (hal.205)

C. Ketentuan alat penyembelih (hal.205)

D. Ketentuan menyembelih (hal. 206)

Tata cara penyembelihan hewan:

  1. Penyembelihan secara Tradisional (hal. 206-207)
  2. Penyembelihan secara Mekanik (hal. 207-208)

MINGGU KE 6 PAI 7

Berempati itu Mudah Menghormati itu Indah

EMPATI: Keadaan mental yang membuat orang merasa dirinya dalam keadaan, perasaan atau pikiran yang sama dengan yang lain.
Perilaku empati dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan peka terhadap perasaan orang lain, membayangkan seandainya dia adalah aku, berlatih mengorbankan milik sendiri dan membahagiakan orang lain.
Sikap empati akan timbul apabila:
1. Dapat merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain
2. Mampu menempatkan diri sebagai orang lain
3. Mampu orang lain yang merasakan
Perilaku empati terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara:
1. peka terhadap perasaan orang lain
2. membayangkan seandainya aku adalah dia
3. berlatih mengorbankan milik sendiri
4. membahagiakan orang lain
MENGORMATI ORANG TUA
Siapakah orang tua (hal112) mengapa kita harus menghormati orang tua (hal 112)
Wujud menghormati orang tua (hal 113-114)
MENGHORMATI GURU
Siapakah guru, menggapa kita harus menghormati guru serta bagaimana cara menghormati guru? (hal 115-116)

MINGGU KE 4 PAI KELAS 9

BERIMAN KEPADA QADA’ DAN QADAR BERBUAH KETENANGAN HATI

Allah Swt menciptakan segala sesuatu di dunia ini serasi dan berpasangan.

Ada kaya ada miskin, siang-miskin, laki-laki – perempuan, gampang-sulit, sakit-sehat, dll. manusia saja ada yang kulit putih, ada yang hitam, ada yang tinggi ada yang pendek, ada yang berambut lurus, ada yang ikal.

Perbedaan itu semua tidak boleh kita olok–olok, tetapi kita syukuri dan ambil hikmahnya. Manusia memiliki kelebihan dan kelemahan.

Qada’: ketetapan Allah terhadap segala sesuatu sejak zaman azali. Zaman Azali: zaman di kala segala sesuatu belum tercipta

Qadar: perwujudan kehendak Allah terhadap semua makhlukNya dalam kadar dan bentuk-bentuk tertentu sesuai dengan iradahNya.

Takdir ada 2:

1. Takdir mubram: sesuatu yang tidak dapat diubah dengan usaha manusia/sudah pasti Contoh: mati, jenis kelamin 2. Takdir muallaq: sesuatu yang dapat diubah dengan usaha/ikhtiar manusia. Contoh: kepandaian, kesehatan

Manfaat beriman kepada qada’ dan qadar

1. Menenangkan jiwa

2. Senantiasa bersikap sabar dan syukur

3. Menumbuhkan siat optimis

4. Menjauhkan diri dari sifat sombong

MINGGU KE 4 PAI KELAS 7

INGIN MENELADANI KETAATAN MALAIKAT–MALAIKAT ALLAH SWT

Malaikat: Makhluk gaib Allah yang diciptakan dari nurIllahi/cahaya Allah, sebagai utusanNya untuk berbagai urusan.

Iman kepada malaikat Allah merupakan rukun iman yang ke 2 yaitu percaya dan yakin bahwa Allah menciptakan malaikat dari cahaya/nur untuk mengatur dan mengurus alam semesta.

Nama dan tugas malaikat Allah:

1. Jibril : menyampaikan wahyu

2. Mikail : mengatur kesejahteraan makhluk

3. Israfil : meniup sangkakala/terompet

4. Izrail : mencabut nyawa

5. Munkar : menanyai orang di alam barzah

6. Nakir : menanyai orang di alam barzah

7. Raqib : mencatat amal baik manusia

8. Atid : mencatat amal buruk manusia

9. Ridwan : menjaga dan mengatur penghuni surga

10. Malik : menjaga dan mengatur siksa/azab penghuni neraka

Sifat-sifat Malaikat:

1. Selalu patuh kepada Allah

2. Dapat berubah wujud sesuai kehendak Allah

3. Tidak makan dan minum

4. Tidak memiliki jenis kelamin

5. Tidak pernah letih dan tidak pernah berhenti beribadah kepada Allah

6. Senang mencari dan megelilingi majelis dzikir

MINGGU KE 3 (IKHLAS, SABAR, PEMAAF)

IKHLAS: suatu amalan/perbuatan tanpa minta imbalan.

Lihat qs al Bayinah:5 Contoh:

a. ikhlas beribadah semata-mata karena Allah swt

b. Tidak mengharap pujian/sanjungan dari orang lain, dll

SABAR: Tabah, tahan menderita, ulet tekun,…atau menahan diri dari kesusahanyang menimpanya, menahan lisan atau anggota badan dari perkataan dan perbuatan yang tidak baik, serta menahan rasa malas untuk berbuat baik Dalam kehidupan sehari-hari sabar dapat diwujudkan dengan cara:

1. sabar dalam menjalankan perinta Allah (contoh lihat hal. 199)

2. Sabar dalam menauhi maksiat atau meninggalkan larangan Allah (contoh lihat hal. 199)

3. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah (contoh hal. 199) PEMAAF: Memaafkan atas kesalahan orang lain (contoh lihat hal. 199)

MINGGU KE 3 TOLERANSI

Kandungan QS Al Hujurat: 13

Sesuai qs Al Hujurat:13 mengandung pesan yang sangat luar biasa dalam kehidupan sehari-hari, apalagi kita makhluk sosial. Pada surat ini kita diperintahkan untuk tidak membeda-bedakan yang satu dengan yan lain, baik berdasarkan kekayaan, warna kulit, ras, suku bangsa, perbedaan fisik lainnya. Juga kita diajarkan untuk menjadi orang yang mulia di sisi Allah berdasarkan ketaqwaan kita. Kita juga diperintahkan untuk saling mengenal berbagai jenis dan karakter manusia agar mampu memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing

MINGGU Ke 2 PAI 7

HUKUM BACAAN MIM SUKUN

Dalam ilmu tajwid hukum mim sukun dibedakan menjadi 3, yaitu:

1. Ikha syafawi: dimana suatu lafal ada mim sukun diikuti BA, cara membacanya samar di bibir dan berdengung.

2. Idgham mimi/mitsli: suatu lafal ada mim sukun diiikuti MIM, cara membacanya mim sukun dimasukkan/digabungkan dengan mim di depannya dan berdengung.

3. Idzhar syafawi: suatu lafal ada mim sukun diikuti 26 huruf hijaiyyah selain MIM dan BA.

IKHLAS: suatu sikap perbuatan yang dilakukan hanya demi dan karena Allah semata tanpa mengharap imbalan dan pujian dari orang lain.

SABAR bisa diartiikan tabah, tahan menderita, ulet, tekun dan tidak mudah putus asa. Atau menahan emosi dan keinginan serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh.

PEMAAF: memaafkan kesalahan orang lain.

TUGAS DI GC

MUNGGU Ke 2 PAI 9

QS AL HUJURAT : 13 يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Pelajaran yang bisa kita peroleh dari QS Al Hujurat:13, adalah:

1. Allah telah menciptakan manusia dari asal yang sama, seluruhnya berasal dari keturunan Adam dan Hawa.

2. Ketaqwaan adalah unsur yang diperhitugkan di sisi Allah dan RasulNya, bukan derajat sosial ataupun garis keturunan.

3. Jika seseorang mendapatkan hidayah dan taufik dari Allah, sehingga menjadi orang yang bertaqwa, hendaklah ia bersyukur dan jangan pernah lalai untuk selalu mengingat Allah. Karena semua yang telah ia miliki adalah amanah dari Allah yang harusselalu dijaga sepanjang waktu.

4. Setiap orang tidak boleh memersepsi dirinya ‘paling baik’ dan memersepsi orang lain ‘tidak lebih baik’ dari pada dirinya. Karena hanya Allahlah yang berhak memberikan penilaian atasnya. Allahlah yang Maha Mengetahui dan Maha Mengenal siapa yang ‘terbaik’ di antara umat manusia.

TUGAS DI GC

BTQ: MINGGU I (SMT 2)

QS. AL FAJR

وَالْفَجْرِ ﴿١﴾وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴿٢﴾وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ ﴿٣﴾وَاللَّيْلِ إِذَا يَسْرِ ﴿٤﴾هَلْ فِي ذَلِكَ قَسَمٌ لِّذِي حِجْرٍ ﴿٥﴾أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ ﴿٦﴾إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ ﴿٧﴾الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ ﴿٨﴾وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ ﴿٩﴾وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ ﴿١٠﴾الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ ﴿١١﴾

فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ ﴿١٢﴾فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ ﴿١٣﴾إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ ﴿١٤﴾فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ ﴿١٥﴾وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ ﴿١٦﴾كَلَّا بَل لَّا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ ﴿١٧﴾وَلَا تَحَاضُّونَ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ ﴿١٨﴾تَأْكُلُونَ التُّرَاثَ أَكْلًا لَّمًّا ﴿١٩﴾وَتُحِبُّونَ الْمَالَ حُبًّا جَمًّا ﴿٢٠﴾كَلَّا إِذَا دُكَّتِ الْأَرْضُ دَكًّا دَكًّا ﴿٢١﴾وَجَاء رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا ﴿٢٢﴾وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى ﴿٢٣﴾يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي ﴿٢٤﴾فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَهُ أَحَدٌ ﴿٢٥﴾وَلَا يُوثِقُ وَثَاقَهُ أَحَدٌ ﴿٢٦﴾يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ﴿٢٧﴾ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ﴿٢٨﴾فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ﴿٢٩﴾وَادْخُلِي جَنَّتِي ﴿٣٠

 

MINGGU I KELAS 7 (SMT 2) Hidup Menjadi Lebih Damai dengan Ikhlas, Sabar, dan Ikhlas

Membaca QS. An Nisa:146 (ikhlas), Al Baqarah:153 (sabar), Ali Imran:134 (pemaaf)

Memahami Hukum Bacaan Nun Sukun/Tanwin: (hal. 189)

1. Izhar Halqi: apabila ada nun sukun/tanwin diikuti hamzah, ha, kha, ‘ain,ghain, ha, maka suara N dibaca jelas.

2. Idgham Bighunnah: apabila ada nun sukun/tanwi diikuti mim, nun, wau, ya, maka suara N dibaca lebur dengan dengung.

3. Idgham Bilaghunnah: apabila ada nun sukun/tanwin diikuti lam, ra, maka suara N dibaca lebur tidak dengung.

4. Iqlab: apabila ada nun sukun/tanwin diikuti ba, maka suara N beralih menjadi M.

5. Ikhfa: apabila ada nun sukun/tanwin diikuti 15 huruf hijaiyyah (selain 4 hukum di atas), maka suara N dibaca samar.